dan kejadian itu berawal dari ..
Namanya Helena, teman-teman biasa memanggilnya Helen. Ia gadis pemalas, dan seperti biasa.. ia bangun kesiangan. Pagi itu nasib sial benar-benar menyertainya. Papanya sudah berangkat kantor duluan, dan ia terpaksa jalan kaki ( lebih tepatnya berlari, karena hari sudah makin siang dan ia telat sekolah ). Sang mama menyarankan naik bus, tapi ia gengsi.. dan akhirnya Helen lebih memilih lari mengejar waktu.
Jam di tangan Helen sudah menunjukkan pukul 7 lewat 15 menit, otomatis gerbang sudah ditutup. Tapi ia terus nekat. Di pinggir jalan ia melihat sepeda ontel yang ditinggal pemiliknya. Langsung saja Helen menyambarnya tak peduli sang pemilik teriak-teriak meminta sepedanya dikembalikan. Helen memacu ontelnya dengan super ngebut. Akhirnya di perempatan jalan .. BRUKKKKKKKK !! Tak sengaja ia bertabrakan dengan seorang cowok berumur 25 tahunan berpostur tinggi tegap dan rambut jabriknya.
"hmm .. anak sekolah jaman sekarang , ckckckkc" , gumunnya
"sorry gue telaaaat !" , tanpa basa-basi Helen kembali melajukan sepedanya.
dan keesokan harinya..
Seperti biasanya, Helen harus telat lagi. Kali ini ia tak seberuntung kemarin. Tak ada sepeda ontel nganggur di pinggir jalan. Terpaksa Helen harus berlari kencang. Sesekali ia ngomel-ngomel dan sengaja menendang dengan keras sebuah sampah kaleng minuman. TOOENKKKKKKK !! Kaleng itu memasuki sebuah rumah.
"AAAUW .. !", ternyata kaleng itu mengenai kepala seorang di dalam rumah.
Perlahan, Helen menoleh ke arah suara. Tak sengaja pandangan Helen saling bertabrakan dengan sang pemilik rumah tadi.
"kamu lagii .. ckckckckk. Kemarin kamu nabrak saya, sekarang nglempar pake kaleng ? emang punya dendam apa kamu sama saya ?", omel pemilik rumah .
"saya ... dan kamu .. ? udik loe ! weekk !", dengan nada mengejek, Helen menjawab sambil lari.
dan keesokan harinya lagi ..
Tak seperti biasanya, Helen hari itu berangkat lebih pagi. Sesampai di depan ruang guru ia menghentikan langkah sambil berjinjit-jinjit di tengah kerumunan murid yang lain, maklum badannya sedikit lebih pendek dari yang lainnya. Gosip yang berhembus, ada guru baru di sekolah itu dan kabarnya.. he is so charming, tapi Helen tak suka dengan gosip yang menurudnya murahan itu.
Dan well .. saatnya pelajaran bahasa Jerman, pelajaran yang sangat dibenci Helen. Semua tampak mulai tegang dengan suasana kelas yang sepi. Wajar, semua takut sama bu Miranda. Tak dipungkiri, meskipun sudah hampir setengah abad umurnya, guru satu ini masih terlihat cantik dan eksis dengan kegalakannya. Tapi hari itu tiba-tiba menjadi beda. Kali ini mereka diam bukan karena ketakutan, tapi karena terpesona dengan sosok gagah yang masuk ke kelas mereka. Orang ini terlihat masih muda tapi brilliant.
"Selamat pagi anak-anak, mulai hari ini saya menjadi pengganti bu Miranda" , katanya . HOREEEEEE ! semua bersorak . "Tapi .. hanya sementara karena saya disini hanya sebagai guru magang", lanjutnya. WAHHHHHHHHHHH .. sorakkan tadi terdengar melemah.
Helen hanya bisa menundukkan kepala berusaha menutupi wajahnya dengan buku. Ia tampak gelisah, tak seenjoy yang lainnya. Saat guru tadi memperkenalkan diri di depan kelas, Helen sama sekali tak mau memandangnya. Lama-lama perasaannya tak enak. Seseorang dari depan mengambil buku yang digunakan Helen untuk menutup wajahnya.
"Kenapa kamu ?" , tanyanya.
"anuu pak , saya.. alergi. " , jawab Helen gugup .
"Alergi orang ganteng pak , hahhahahaha" , celetuk teman lainnya . "HAHHAHAHAHA .. semua tertawa.
"dia kan lesbian pak , HAHAHHAHA" , jawab seorang murid di pojokkan kelas. Terdengar tawa makin mengeras. Helen hanya menahan emosinya.
"Ayo kamu berdiri , perkenalkan diri kamu !" , bentak si guru.
Secepat kilat Helen segera maju. Ia memperkenalkan dirinya d depan kelas seperti bocah ingusan yang jadi bahan keusilan kakak-kakak ospek. Ia menyebutkan nama panjangnya : Helena Larasati , dan biasa dipanggil Helen. Anak kedua dari dua bersaudara. HAHAHA .. semua tertawa melihat wajah lugu Helen dipermainkan di depan kelas. Awas ya pak guru, pembalasan akan dimulai.. kaleng minuman kemarin bakal lebih parah, hahhahahaha .. ! Ia hanya bisa menghela napas panjang.
Semenjak hari itu, Helen tak punya semangat sekolah. Pelajaran yang awalnya memuakkan karena bu Miranda, sekarang bahkan lebih memuakkan lagi gara-gara pak Rian... yang well , menurud murid-murid SMA Berbakti adalah seorang prince charming. NOO ! bagiku dia menyebalkan.
Sudah sebulanan pak Rian mengajar di sekolah Helen. Rupanya ia makin betah dengan kondisi sekolah, guru, dan murid-murid yang ramah. Tapi tidak dengan Helen. Mereka berdua seperti tak ada koordinasi. Saling mengerjai satu sama lain, dan Helen sudah beberapa kali gagal mengerjai pak Rian.
Suatu hari di taman sekolah ..
Pak Rian sedang asyik membaca buku sendirian. Seorang murid perempuan mendekatinya, mencoba menarik perhatian sambil menawarkan makanan. Berulang kali ia menyisir rambutnya yang keriting gantung itu, sedangkan temna-temannya yang lain sok kegenitan, berulang kali mengeluarkan kaca mininya. Pak Rian sedikit risih dengan keadaan itu. Wajar saya, gerombolan itu selalu mengikutinya kemanapun ia pergi. Ia berusaha kabur, tapi dikejar. Dan pada suatu keadaan ..
"Eh Rubby, nanti saya kasih kamu les bahasa Jerman gratis !", tiba-tiba pak Rian menggandeng pentolan geng itu sambil menawarkan jasa les gratis.
"Hahh ! are you sure sir ?!", kata Rubby kaget sambil memasang wajah penuh harapan.
Mata pak Rian terus melirik Helen di bangku taman seberang. Ia tau Helen pasti sangat kesal dengan sikapnya yang sok populer. Ia tertawa lega dalam hati. Kali ini berhasil lagi ! Keempat murid centil tadi loncat-loncat kegirangan karena dapat les gratis dari pak Rian.
"pak, yakin les gratis?" , kata seorang yang memegang kipas.
"ya", jawab pak Rian ogah-ogahan. Dalam hatinya menggerutu, kenapa tadi ia menawarkan hal bodoh pada murid-murid centil itu. Terpaksa ia menepati tawarannya. Hufft , hela nafasnya.
Malam itu, pukul 02.30 WIB ..
Dear Helena's Diary ..
Gak seharusnya aku ngerasain hal ini. Kenapa tiap aku lihat pak Rian dikelilingi cewek-cewek, ada rasa cemburu disini, di HATI INI ! KENAPA ?
rasa tanya itu terus menyela di tidurku, hampir tiap malam .
berpuluh-puluh tanda tanya besar di hatiku susah banget ilang.
Apalagi waktu pak Rian ngasih tambahan pelajaran bahasa Jerman sama Rubby cs, rasanya pingin cepet-cepet pulang sekolah biar gak bisa lihat wajah pak Rian lagi :(
Oh God .. kenapa sih hatiku ini ??
Jangan bilang aku CEMBURU ?!
biar semua ini jadi misteri aja , semoga perasaanku salah . AMIN
good night all . hooaamm !
Pagi itu Helen sengaja menelatkan dirinya. Seperti biasa, ia melewati rumah pak Rian. Ada sesuatu dalam dirinya yang memaksa Helen untuk melempar kaleng bekas ke dalam rumah yang terlihat kuno itu. KLONNTANNGG ! Tapi tak ada suara orang berteriak dari dalam. Pagi itu, harapannya bertemu pak Rian gagal. Terpaksa harus ketemu lagi di sekolah, dan hari itu tak ada pelajaran bahasa Jerman.
Lagi-lagi seharian Helen ngrasa BT di sekolah. Siang itu Helen sengaja mendatangi ruangan pak Rian dan berniat meminta tambahan bahasa Jerman.. eh Rubby cs.
"eh Helen, sini kalo mau ikut gabung aja sama Ruby", kata pak Rian dengan pandangan sinis. Helen langsung meninggalkan ruangan.
"hahhahaha.. berhasil !" , kata pak Rian pelan.
Helen menuju kamar mandi. Ia tak tau kalau air matanya hampir menetes. Jarang sekali seorang Helen menangis di tempat umum, apalagi sekolah. Ia merasa ada yang lain dari dirinya. Beberapa kali ia mencoba menemukan perbedaan itu, tapi tetap saja gagal. Sampai seorang guru perempuan memergokinya sedang menangis. Helenpun mencoba menceritakan semuanya.
Sekarang Helen mengerti semuanya. Ia bahkan masih tak percaya dengan apa yang dikatan bu Wina tadi di sekolah. Beliau bilang, kalo ini yang namanya CINTA ? lebih tepatnya love at the first sight , ya begitulah cinta pada pandangan pertama. Mungkin perasaan itu ada sejak tragedi sepeda Helen bertabrakkan dengan motor pak Rian, dan kaleng bekas itu. Sejenak Helen senyum-senyum sendiri mengingat semua itu. Kadang Helen juga ngrasa sebel atas perlakuan pak Rian padanya yang seolah-olah pilih kasih dengan murid lain. Ia sering sekali dihukum pak Rian meskipun melakukan kesalahan kecil, dan pertanyaan itu masih menyumbat otaknya.
Keesokan harinya. Perasaan Helen bercampur aduk. Ingin marah, tapi tak ada alasan yang logis, sedih.. tapi tak ada yang perlu ditangisi. Serba salah hari itu. Apa mungkin gara-gara gosip murahan "PAK RIAN PACARAN SAMA RUBBY ??" .. ARGGHH ! mengingat-ingat gosip itu membuat Helen segera meninggalkan pelajaran fisika. Matanya tampak sembab lagi. Sejak bertemu pak Rian, ia menjadi gadis cengeng.
Bel pelajaran kelima dimulai. Saatnya memasukkan buku pelajaran fisika, dan berganti bahasa Jerman. Kali ini pak Rian mengajarkan introduction berbahasa Jerman. Ia meminta semua siswa menuliskan biodatanya di selembar kertas yang kemudian dikumpulkan. Selama pelajaran itu, Helen sama sekali tak berminat memandang wajah pak Rian. Setelah kejadian kemarin, saat bertemu pak Rian berboncengan dengan Rubby, Helen merasa benci pada pak Rian. Dan setelah menjalani 4 jam terakhir, bel pulang pun berbunyi.
* * * * * *
Petikan gitar itu terdengar merdu di telinga, di tengah dingin malam ini. Sambil ditemani secangkir kopi di balkon atas, pak Rian tampak asyik dengan kegiatannya. Ia sibuk membuat lagu. Selain guru bahasa Jerman, pak Rian juga pandai dalam hal bermusik. Biasanya ia tak pernah seserius ini menciptakan lagu, tapi malam itu beda. Rupanya ia akan membuat sebuah kejutan. Sesekali ia mendendangkan lirik lagu trsebut.
DEAR MY SCHOOL ... !
Sontak semua mata tertuju pada tulisan di papan pengumuman SMA Berbakti tersebut. Ada
saja ulah tangan jail yang menyebar gosip sampe ditulis di papan pengumuman.
"PAK RIAN JADIAN SAMA RUBBY"
Cepat-cepat Helen menuju ruangan bu Wina. Ia mencurahkan semuanya. Tiba-tiba ia menangis. Dan ...
"haduh, gosip murahan itu. biasa.. anak-anak bu" , suara pak Rian terdengar dari depan ruang guru.
Helen cepat-cepat mengusap air matanya. Pak Rian memasuki ruang guru. Wajahnya tampak kesal. Helen segera lari meninggalkan ruang guru. Ia menuju papan pengumuman di lapangan. Tulisan itu rupanya sudah dicopot, dan murid-murid sudah menyepi dari tempat itu.
Semuanya berubah bagi Helen sejak ia sadar ada rasa spesial di hatinya tentang pak Rian. Ia sadar takkan ada harapan lagi baginya. Rubby Lee, anak seorang general manager sebuah hotel ternama d Jakarta berwajah indo itu bukanlah saingan baginya. Jelas perbedaan yang jauh bagi Helen. Rubby suka dandan , ke salon , dan suka merias diri untuk menjadikannya lebih cantik. Sedangkan ia, ya begitulah Helen, apa adanya. Lagi-lagi ia menangis sedikit. Dan malam itu, ia tampak lebih rajin belajar bahasa Jerman. Aneh -.-. HP Helen tiba-tiba berbunyi. Ada sms dari nomer tak dikenal
uknown : hii :)
Helen membanting HPnya di kasur, tak penting baginya.
Di lain tempat, rumah pak Rian ..
Ia sibuk memainkan keypad HPnya sambil senyum-senyum sendiri. Di atas meja kerjanya banyak tumpukkan tugas dari semua murid. Dan ada satu tugas murid yang menurutnya paling berkesan. Ternyata .. itu tugas Helen !
bagiku dia hanya murid malas dan bodoh, tapi ia tak sepintar perempuan lain yang bisa merebut hatiku :)
berkata dalam hati sambil memberi nilai C pada tugas Helen, dan meletakannya dengan tersenyum.
Lagi-lagi HP Helen berbunyi, dan matanya melotot tiba-tiba ..
uknown : nilai kamu terjelek lho di klas , lebih rajin belajar dan jgn cengeng y :)
dan yang lebih membuat hati Helen sperti bertabur taman bunga adalah di akhir pesan tertulis : your teacher , Rian. HUAAAAAAAAAAAA!! Helen jingkrak-jingkrak gak karuan. Malam itu ia sama sekali tak bisa tidur, dan pikirannya makin menjadi-jadi ke pak Rian.
Sejak hari itu, hubungan pak Rian dan Helen semakin membaik. Bahkan keduanya sudah seperti kakak adik. Saling bertukar cerita, ya itulah yang jadi kebiasaan baru mereka. Mungkin gak ya, rasa sayang itu tumbuh ?
* * * * * *
Pensi .. pensi .. yeyeyyee .... merayakan HUT SMA Berbakti, sekolah mengadakan acara pentas seni. Acara malam itu begitu meriah. Ada pertunjukkan drama, musik, teater, dance, dan banyak lagi. Semua murid tak mau ketinggalan, begitu juga guru-gurunya. Dan yang lebih mengejutkan plus membuat semuanya kagum adalah..
"Pak Riann .. pak Riaaaaann .. !" , semua saling berteriak menyorokkan nama pak Rian. Guru muda itu tampak naik ke atas panggung sambil membawa gitar. Helen sontak kaget tak karuan. Jreeeeengggg , petikan senar pertama terdengar membuat semuanya berdecak kagum. Ia mulai menyanyikan lagunya.
semua rasa tertumpah, melebur menjadi satu..
saat sejenak ku pandangi dirimu
kau bukanlah bidadari, juga bukan seorang putri
namun entah mengapa ,
hadirmu selalu membayangi ..
wahai kau pujaan hati,
tak sadarkah kau telah buatku jatuh hati ,
kan ku coba ungkapkan, meskipun lewat lagu
kini ku mengerti..
harus ku hentikan langkahku mencari,
dan perlahan ku tanyakan ,
maukah kau terima cinta ini ..Semua sontak bertepuk tangan. Suara pak Rian benar-benar terdengar merdu. Ia sangat pandai bernyanyi dan bermain alat musik. Belum berhenti sampai disitu kejutan dari pak Rian, ia melanjutkan dengan sebuah kata-kata.
"mungkin bagimu aku hanya seorang guru yang menyebalkan. Tapi aku lakukan semua itu karena aku sadar, aku sayang kamu. Dan aku tau, aku hanya bisa mempersembahkan lagu ini sebagai tanda sayangku ke kamu. ICH LIEBE DICH for HELENA .. ". Semuanya langsung tepuk tangan dan bersorak , "TERIMA.. TERIMAAAAAAAA .. yeee " . Helenpun hanya bisa mengangguk pelan sambil tersenyum malu .
* * * * * *
"pertanyaan bodoh kalo kamu tnya kenapa aku bisa suka kamu",
"hmm , tapi kan waktu itu kamu deket sama Rubby:,
"itu cuma buat taktik, sayang .. :) "
"hmm, dasar !"
"makasih ya udah mau terima aku jadi pacar kamu",
"samasama :) bagiku kamu nggak cuma ngajarin aku bahasa Jerman, tapi juga ngajarin aku tentang rasa sayang yang sesungguhnya, ICH LIEBE DICH Mr.Rian :)"
Gak terasa, 1,5 sudah aku menjalani semua ini dengannya. Bagiku ini hanya sebuah mimpi..
mimpi indah yang suatu saat menjadi nyata, dan REAL . aku bisa ! :)
thank's God, karena sudah mempertemukanku dengannya.. meskipun dengan cara konyol.
hmm , so sadddd .. besok dia mau pindah ke Australi buat nglanjutin studynya :(
aku harap dia baik-baik aja dan sukses disana , meskipun kita harus long distance ..
aku percaya Rian, sejauh apapun .. dia pasti setia :)
Oke , Good night all ..
Helena's Diary




0 komentar:
Posting Komentar